Langsung ke konten utama

Mengenai Saya

Foto saya
Sarah
Harapannya blog ini nantinya bisa membantu teman-teman ketika menemani kegiatan ananda, terutama di masa preschool atau penerapan homeschooling. Walaupun mungkin enggak perfect aka banyak kurang sana-sini, setidaknya menyisipkan ide kegiatan sederhana bersama ananda di rumah. Selain itu, rencananya saya juga akan berbagi tentang seputar pengalaman saya sejak masa hamil, literasi dini dan read aloud, juga membersamai tumbuh-kembang putri pertama kami. Sesekali akan disertakan pula resep masakan dan baking. Selain untuk arsip pribadi saya saat lupa, harapnya dapat membantu pembaca blog ini di kala bingung menentukan menu atau saat ingin cemilan. Semoga bisa menulis yang bermanfaat dan yang paling penting adalah... saya bisa konsisten. :-D Bismillah, doakan saya ya... \^_^/

Empat Hal yang Setidaknya Jangan Diucapkan Pada Ibu Hamil

Saat hamil adalah saat yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Merasakan ada kehidupan di dalam tubuh, merasakan gerakannya seiring bertambahnya usia kehamilan merupakan hal yang menakjubkan. Namun, tak dapat dielakkan jika selama kehamilan, calon ibu pasti bertemu dan berbicara dengan orang lain. Tak dapat dihindari pula jika selama kehamilan, calon ibu ada mendengar hal kurang menyenangkan yang bikin baper dan berujung nangis diam-diam di belakang kita. So, setidaknya ada empat hal yang sebaiknya tidak kita ucapkan pada ibu hamil;

1. Anaknya nakal
    Ini sih pengalaman saya yang asli bikin baper. Orang tua mana sih yang suka anaknya dikatain nakal, apalagi si anak masih dalam kandungan. Kata-kata itu kan doa, ya... Ternyata komentar "anaknya nakal" itu lumrah dikatakan pada daerah tertentu untuk ibu hamil yang masa mabok-nya cukup lama. Seperti saya yang mengalami mual sampai usia kandungan enam bulan bahkan sempat dirawat di RS pada awal kehamilan karena hyperemesis gravidarum (mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta gejala yang jauh lebih parah daripada morning sickness. Pada morning sickness, mual dan muntah biasanya hanya berlangsung dalam 14 minggu pertama periode kehamilan dan umumnya dialami di pagi hari. Namun pada kasus hiperemesis gravidarum, mual atau muntah bisa terus berlangsung lebih dari 14 minggu atau bahkan hingga bayi lahir. Gejalanya pun bisa muncul sepanjang hari dan bukan di pagi hari saja. Sumber : alodokter.com).

   Beberapa orang yang saya temui berkomentar "Oo, anaknya nakal itu". Rasanya sedih banget. Bahkan salah satu yang berkomentar seperti itu juga ibu hamil yang kebetulan tidak merasakan mual sama sekali sejak trisemester pertama. Saat mendengar komentar seperti ini, saran saya perbanyak istighfar dalam hati dan abaikan saja. toh, ibu hamil sebaiknya harus selalu happy, kan? Buat teman-teman lain saat berkomentar pada ibu hamil, sebaiknya mendoakan yang baik. "MasyaAllah, anaknya shalih/shalihah ini" bukankah komentar seperti itu lebih menyenangkan didengar kedua belah pihak? apalagi di saat si ibu hamil sedang berjuang melalui masa mualnya.

2. Enggak minum vitamin dan susu hamil, nanti anaknya cacat loh!
    Ini asli horor! Seorang teman yang juga sedang hamil pernah curhat kalau dia sering dibilang "kamu mau nanti jari anak kamu kurang satu?" atau "kamu mau nanti anaknya cacat karena enggak minum vitamin?" Walaupun mungkin itu ada benarnya, sebaiknya kita bisa menggunakan bahasa yang lebih halus, ya... Berjuang mengalahkan rasa mual saja sudah membuat si ibu hamil "lelah", apalagi harus mendengar kata horor begitu. Misal penyampaiannya, "Jangan lupa vitaminnya diminum ya, Neng...biar baby-nya sehat." si Bumil bisa lebih semangat. #bumilbaper πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


3. Berdebat jenis kelamin calon bayi
    Ini juga pengalaman saya. Saat hamil 36 minggu dan hasil USG jelas menunjukkan jenis kelamin laki-laki. Seorang kenalan keukeuh mengatakan kalau pasti saya hamil anak perempuan. Beliau yakin saya hamil bayi perempuan karena selama hamil saya doyan banget makan sayur, buah, yang manis-manis. "Biasanya begitu" katanya. Sekali-dua kali sih saya masih biasa saja, tapi kalau tiap ketemu hal ini terus yang disampaikan, kok rasanya ada perasaan gimana gitu dalam hati.πŸ˜€  Jadi, sebaiknya stop bikin bumil baper sama ke-sotoy-an kita yang hanya berbasis "katanya" atau "biasanya".

4. Kamu malas gerak nanti susah melahirkannya!
    Pernyataan tersebut memang ada benarnya, sih. Tapi, daripada menyampaikan dengan nada "nyinyir", mending bumil-nya diajak jalan-jalan atau shopping. πŸ˜ƒπŸ˜†

Terakhir menurut saya, sebagai bumil sebaiknya kita jangan terlalu memasukkan ke hati dan pikiran jika kebetulan dapat yang enggak ngenakin. Kita kan enggak bisa ya mengontrol omongan orang ke kita harus selalu sesuai dengan maunya kita. Daripada dibikin stres merugikan diri sendiri, lebih baik dibawa happy. So, happy pregnance! 😚😚😚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Human Brain Development, apa lagi ini?

Human Brain Development ini apa sih? Seperti pada obrolan Literasi Dini   pada post sebelum ini, Human Brain Development ini juga seru banget dibahas. Biar lebih mudah, yuk kita lihat grafik di bawah ini dulu πŸ‘‡     sumber : otakanak.id     Dari grafik di atas jadi ada gambaran ya, gimana sih perkembangan otak manusia itu, sejak kapan dimulainya dan yang tak kalah penting, apa yang harus kita lakukan?   Amazing, ternyata perkembangan otak manusia itu sudah dimulai sejak dalam kandungan. Mashaa Allah πŸ’•    Yuk, kita bahas satu per satu πŸ˜‰   πŸ‘€πŸ‘‚ Seeing/ Hearing πŸ‘‰ Dari kandungan, Puncak di usia 4-5 bulan Tahap ini berkaitan dan berbarengan dengan emosi anak. Hal yang dapat kita lakukan adalah memberikan intonasi ketika berbicara.   Pernahkah kita mendengar kalau cara paling cepat bayi belajar bahasa adalah " mother is... "?   Yup, itulah mengapa kita perempuan memiliki suara yang ada intonasinya, secempreng apapun suara kita πŸ˜‚. Ini juga alasan mengapa seorang ibu dianugerahk

Literasi Dini, sekedar keterampilan baca, tulis, hitung-kah?

Saya berpikir, literasi dini itu adalah keterampilan baca, tulis, hitung saja. Mengapa baca-tulis-hitung yang kemudian disingkat CALISTUNG? Tentu saja karena biasa calistung digunakan sebagai sarana komunikasi antara pengajar dan yang diajar.     Bunda lagi belajarπŸ˜„ Hikmah selama di rumah aja karena pandemik ini, saya jadi bisa mengikuti kelas-kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan passion saya secara online . Kelas yang paling banyak saya ikuti tentu saja yang berkaitan dengan anak, mengingat anak-anak saya masih usia balita dan anak awal sekolah πŸ˜„. Ada kelas yang saya mengikuti sampai beberapa kali saking menariknya, yaitu tentang literasi dini dan otak anak . Mashaa Allah, ingin rasanya saya menulis semua materi penuh daging itu di sini, semoga niat baik itu dapat mengalahkan kemageran yang enggak kalah kuat mengikatπŸ™ˆ Ternyata literasi dini sebagai kemampuan calistung yang selama ini saya pikir hanya sebatas itu SALAH! Bukan salah total sih sebenarnya. Hanya saja, pengertian l

NO STRESS MOM, Tips Buat Kegiatan Seru Berfaedah Di Rumah Bersama Anak

 Tak terasa sudah lebih setengah tahun di rumah aja bersama keluarga. Kita jadi lebih mengenal masing-masing karakter anggota keluarga, terutama anak-anak, harusnya ikatan bonding bersama anak lebih kuat ya. Gimana enggak, tujuh bulan sudah kita bersama mereka 24 jam ! Kita jadi tahu kan gimana anak saat belajar, yang biasanya bisa "marah" sama guru karena dapat laporan tentang anaknya, sekarang jadi tahu gimana selama ini para guru menghadapi anak-anak selama proses belajar mengajar di sekolah. Kalau sebagai orang tua saja kesulitan, bagaimana lagi orang lain? 😭 Angkat topi untuk semua guruπŸ’–. Sejujurnya ada sesak setiap kali saya membaca berita tentang bagaimana orang tua "memarahi" guru sekolah anaknya karena kesulitan mendampingi belajar daring di rumah. Paling sakit saat ada kasus orang tua yang membunuh anaknya karena tidak sabar mendampingi belajar di rumah. Padahal anaknya baru kelas 1 SD ! Yaa Allah, menangis kami, itu seusia putri kami😒. Berikut saya