Langsung ke konten utama

Mengenai Saya

Foto saya
Sarah
Harapannya blog ini nantinya bisa membantu teman-teman ketika menemani kegiatan ananda, terutama di masa preschool atau penerapan homeschooling. Walaupun mungkin enggak perfect aka banyak kurang sana-sini, setidaknya menyisipkan ide kegiatan sederhana bersama ananda di rumah. Selain itu, rencananya saya juga akan berbagi tentang seputar pengalaman saya sejak masa hamil, literasi dini dan read aloud, juga membersamai tumbuh-kembang putri pertama kami. Sesekali akan disertakan pula resep masakan dan baking. Selain untuk arsip pribadi saya saat lupa, harapnya dapat membantu pembaca blog ini di kala bingung menentukan menu atau saat ingin cemilan. Semoga bisa menulis yang bermanfaat dan yang paling penting adalah... saya bisa konsisten. :-D Bismillah, doakan saya ya... \^_^/

Ikan Pepes Bumbu Aceh

Kenapa ya disebut ikan pepes bumbu aceh? itu istilah kami di rumah kalau ditanya "Mau dimasak pepes biasa atau pepes bumbu aceh?" :-D

Disebut pepes bumbu aceh karena bumbunya pakai asam sunti. Ada yang belum tahu apa itu asam sunti? Asam sunti adalah bumbu dapur yang dibuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan dan diberi garam, lalu dijemur di terik matahari berkali-kali sampai kering dan dapat disimpan lama.

Asam sunti ini umum banget ada di dapur orang aceh. Kemanapun pergi dan tinggal pasti berusaha menyediakan asam sunti di bagian bumbu dapur. Biasanya, asam sunti digunakan untuk memasak makanan khas Aceh seperti masam keu'eueng, kari, atau sambal.

asam sunti (foto by tokopedia)

Bahkan sekarang asam sunti sudah dijual di market place :-)

Bagi teman-teman yang mau mencoba memasak salah satu masakan khas aceh ini, atau yang sedang di luar aceh dan rindu masakan aceh, berikut saya sertakan resepnya ya....



Bahan :
Ikan kembung ukuran sedang atau ikan teri basah
6 lembar Daun jeruk
2 tangkai Daun temurui/kari/salam koja buang batang tengah
5 batang Serai, geprek
5 buah cabai hijau, potong bulat-bulat
1 sdm minyak sayur
Daun pisang untuk membungkus
Tusuk gigi

Bumbu halus :
10 siung bawang merah
6 siung bawang putih
10 buah cabai merah
8 buah cabai rawit
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
Segenggam asam sunti
Garam secukupnya

Cara Membuat :
1. Jika menghaluskan bumbu dengan blender, tumis bumbu halus dengan daun jeruk, daun kari, dan serai hingga halus dan bumbu matang dan kental.
2. Jika diulek, tidak perlu ditumis.
3. Masukkan ikan ke dalam bumbu, campur rata.
4. Bungkus ikan dengan daun. Lipat kedua sisi daun dan tusuk dengan tusuk gigi.
5. Panggang hingga air ikan habis (saat ikan baru dipanggang akan mengeluarkan air) dan matang/daunnya kering.
6. Angkat, sajikan.

Notes: Bumbu halus mempengaruhi banyak tidaknya bumbu ikan pepesnya. Makin banyak, makin enak.

Semoga bermanfaat :-)

Lihat resep lainnya di highlight "Recipe" pada @aische_ahmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Human Brain Development, apa lagi ini?

Human Brain Development ini apa sih? Seperti pada obrolan Literasi Dini   pada post sebelum ini, Human Brain Development ini juga seru banget dibahas. Biar lebih mudah, yuk kita lihat grafik di bawah ini dulu πŸ‘‡     sumber : otakanak.id     Dari grafik di atas jadi ada gambaran ya, gimana sih perkembangan otak manusia itu, sejak kapan dimulainya dan yang tak kalah penting, apa yang harus kita lakukan?   Amazing, ternyata perkembangan otak manusia itu sudah dimulai sejak dalam kandungan. Mashaa Allah πŸ’•    Yuk, kita bahas satu per satu πŸ˜‰   πŸ‘€πŸ‘‚ Seeing/ Hearing πŸ‘‰ Dari kandungan, Puncak di usia 4-5 bulan Tahap ini berkaitan dan berbarengan dengan emosi anak. Hal yang dapat kita lakukan adalah memberikan intonasi ketika berbicara.   Pernahkah kita mendengar kalau cara paling cepat bayi belajar bahasa adalah " mother is... "?   Yup, itulah mengapa kita perempuan memiliki suara yang ada intonasinya, secempreng apapun suara kita πŸ˜‚. Ini juga alasan mengapa seorang ibu dianugerahk

Literasi Dini, sekedar keterampilan baca, tulis, hitung-kah?

Saya berpikir, literasi dini itu adalah keterampilan baca, tulis, hitung saja. Mengapa baca-tulis-hitung yang kemudian disingkat CALISTUNG? Tentu saja karena biasa calistung digunakan sebagai sarana komunikasi antara pengajar dan yang diajar.     Bunda lagi belajarπŸ˜„ Hikmah selama di rumah aja karena pandemik ini, saya jadi bisa mengikuti kelas-kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan passion saya secara online . Kelas yang paling banyak saya ikuti tentu saja yang berkaitan dengan anak, mengingat anak-anak saya masih usia balita dan anak awal sekolah πŸ˜„. Ada kelas yang saya mengikuti sampai beberapa kali saking menariknya, yaitu tentang literasi dini dan otak anak . Mashaa Allah, ingin rasanya saya menulis semua materi penuh daging itu di sini, semoga niat baik itu dapat mengalahkan kemageran yang enggak kalah kuat mengikatπŸ™ˆ Ternyata literasi dini sebagai kemampuan calistung yang selama ini saya pikir hanya sebatas itu SALAH! Bukan salah total sih sebenarnya. Hanya saja, pengertian l

NO STRESS MOM, Tips Buat Kegiatan Seru Berfaedah Di Rumah Bersama Anak

 Tak terasa sudah lebih setengah tahun di rumah aja bersama keluarga. Kita jadi lebih mengenal masing-masing karakter anggota keluarga, terutama anak-anak, harusnya ikatan bonding bersama anak lebih kuat ya. Gimana enggak, tujuh bulan sudah kita bersama mereka 24 jam ! Kita jadi tahu kan gimana anak saat belajar, yang biasanya bisa "marah" sama guru karena dapat laporan tentang anaknya, sekarang jadi tahu gimana selama ini para guru menghadapi anak-anak selama proses belajar mengajar di sekolah. Kalau sebagai orang tua saja kesulitan, bagaimana lagi orang lain? 😭 Angkat topi untuk semua guruπŸ’–. Sejujurnya ada sesak setiap kali saya membaca berita tentang bagaimana orang tua "memarahi" guru sekolah anaknya karena kesulitan mendampingi belajar daring di rumah. Paling sakit saat ada kasus orang tua yang membunuh anaknya karena tidak sabar mendampingi belajar di rumah. Padahal anaknya baru kelas 1 SD ! Yaa Allah, menangis kami, itu seusia putri kami😒. Berikut saya