Langsung ke konten utama

Mengenai Saya

Foto saya
Sarah
Harapannya blog ini nantinya bisa membantu teman-teman ketika menemani kegiatan ananda, terutama di masa preschool atau penerapan homeschooling. Walaupun mungkin enggak perfect aka banyak kurang sana-sini, setidaknya menyisipkan ide kegiatan sederhana bersama ananda di rumah. Selain itu, rencananya saya juga akan berbagi tentang seputar pengalaman saya sejak masa hamil, literasi dini dan read aloud, juga membersamai tumbuh-kembang putri pertama kami. Sesekali akan disertakan pula resep masakan dan baking. Selain untuk arsip pribadi saya saat lupa, harapnya dapat membantu pembaca blog ini di kala bingung menentukan menu atau saat ingin cemilan. Semoga bisa menulis yang bermanfaat dan yang paling penting adalah... saya bisa konsisten. :-D Bismillah, doakan saya ya... \^_^/

Melahirkan tanpa robekan? bisaaaa

    Selama hamil anak pertama, saya dan suami lebih banyak fokus ke persiapan menyusui dan mengASIhi, tumbuh kembang anak, dan seputar setelah baby lahir. saya pribadi, sungguh luput menggali ilmu tentang proses persalinan. Padahal saya rutin menjalani yoga dan latihan pernafasan :-D.

    Memang tujuan utama saya menjalani yoga dan latihan pernafasan agar saya yang memiliki asma ini bisa melahirkan secara normal. Itu saja. Saya benar-benar buta tentang "kapan saya harus mengenjan?".

    Alhamdulillah, selama pembukaan awal hingga bayi lahir saya cukup tenang. Tidak pakai teriak apalagi nangis-nangis. Bidan dan perawat pendamping sampai heran dan mengatakan "Ibunya tenang banget. Padahal kalau mau nangis, gapapa, Bu..." :-D mungkin ini efek latihan pernafasan dan sugesti positif yang saya lakukan selama kehamilan. Sangat nyaman menjalani proses persalinan. Hanya sajaaaa, karena saya tidak tahu kapan saya harus mengenjan dan bidannya bilang "mengenjan aja gapapa", saya mengenjan di saat belum merasakan ingin mengenjan. Ternyata rasa itu refleks aja. Alhasil saat melahirkan anak pertama saya bukan lagi dijahit, tapi diobras! Iyaaa, saking banyaknya jahitan saya sampai tiga bulan masih merasakan nyeri T_T.

    Kehamilan kedua, saya bertekad tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Saya punya Aisyah-anak pertama. Saya enggak mau berlama-lama sakit dan sulit beraktivitas. Apalagi kondisinya Aisyah masih menjalani program homeschooling dengan saya. Ditambah lagi, dua orang tetangga saya berhasil melahiran tanpa robekan! Tambah yakin dan semangat.

    Saya pun membaca lebih banyak tentang seputar kehamilan dan persalinan. Selain buku, kita bisa mendapat banyak informasi dari media sosial. Daaaan yang saya lakukan untuk bisa melahirkan tanpa robekan adalaaaah;
1. Lebih dekat pada Tuhan.
    Tingkatkan ibadah, lebih banyak memohon pada Allah agar senantiasa diberi kesehatan untuk diri kita dan bayi dalam kandungan, untuk keluarga sebagai support system kita. Memohon pertolongan agar diberi kemudahan dan kemampuan dalam menjalani kehamilan dan persalinan yang nyaman dan lancar.

2. Follow instagram @bidankita
    Baca setiap informasi yang dibagikan pada akunnya. Kalau bisa ikuti kelasnya. Ini bukan endorse ya :-D saya share karena saya merasakan manfaatnya. Banyak banget informasi gratis nan sangat bermanfaat dari beliau.

3. Lakukan Afirmasi positif SETIAP HARI!
   Afirmasi adalah penegasan terhadap diri sendiri terhadap hal-hal yang bersifat positif.
   Saya ingat banget satu kutipan dari perkataan Rasulullah SAW yang berisi "You're what you think". Iya, kita itu seperti apa yang kita pikirkan. Kalau kita berpikir baik, positif, maka perilaku kita akan mencerminkan apa yang kita pikirkan. begitupula sebaliknya.
    Selama hamil, saya selalu mencoba berpikir positif. Ini membawa pengaruh baik buat saya yang cenderung sewing mood. Selain pikiran tenang, badan juga terasa rileks, nyaman, perasaan happy terus. Hal semacam ini penting lho buat ibu hamil.

Menjelang dan saat trisemester ketiga kehamilan saya semakin sering mengulang afirmasi positif, contohnya seperti :
  • Saya sehat, bayi saya sehat. Tubuh saya kuat. Alhamdulillah... melahirkan adalah proses alami, nyaman. Saya bahagia menjalaninya.
  • Tubuh saya tahu cara melahirkan dan bayi saya akan lahir pada waktu yang tepat.
Lakukan dan ulangi sesering mungkin hingga masuk ke alam bawah sadar kita.

Saya rasakan afirmasi positif yang saya lakukan sejak masa kehamilan ini memiliki efek jangka panjang. Paling terasa dan terlihat, anak-anak mudah diajak komunikasi dan kompromi. Alhamdulillah, keduanya tidak pernah tantrum. Mudah diberi pengertian. Alhamdulillah wa syukurillah...

4. Jalin komunikasi dengan calon bayi dalam kandungan.
    Saya, suami, dan Aisyah sering melakukan komunikasi selama adik masih dalam kandungan. Menyapa calon bayi ketika suami hendak pergi kerja atau pulang kerja. Ketika saya dan Aisyah hendak istirahat siang. Ini efektif membentuk bonding antar saudara dan orang tua.

    Saat hamil anak pertama saya juga melakukannya. Jelang kelahiran saya sering berbicara pada calon bayi "Adik, kita adalah team yang hebat. Kita harus saling membantu dan bekerja sama, ya... Bunda bahagia akan bertemu adik" sambil mengelus perut saya.

Percayalah, meski dia di dalam perut kita, tapi dia mendengar dan selalu merespon. Anak akan merasakan kasih sayang kita.

5. Duduk di Gym Ball.
    Ini super duper penting ya menurut saya. Awalnya hati-hati jangan sampai tergelincir ya. Seringnya saya pakai mulai usia kehamilan masuk trisemester ketiga. saya pakai untuk duduk saat tilawah, nonton televisi, baca buku. Saya pakai sebagai pengganti kursi. Saya pakai gymball juga untuk bersandar saat duduk di lantai. Berkat memakai gymball ini saya bebas sakit punggung dan pinggang selama hamil dan pasca melahirkan. Nyamaaaaan sekali.
    Gymball ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbesar diameter panggul hingga bisa mengoptimalkan proses persalinan. Inilah yang membantu kita dapat melahirkan tanpa robekan, Inshaa Allah.
    Seorang teman yang menggunakan Gymball mulai trisemester tiga bahkan bisa melahirkan secara normal dengan BB bayi lahir 4500gram. Mashaa Allah.

6. Latihan pernafasan.
    Bagi saya, latihan pernafasan penting banget selama kehamilan, terutama yang punya riwayat asma seperti saya. Latihan pernafasan ini selain membuat perasaan tenang juga dapat memaksimalkan pasokan oksigen untuk kita dan bayi kita.

Perasaan yang tenang membuat otot-otot kita relaks sehingga bisa mengurangi nyeri saat persalinan. Kalau udah gini, persalinan yang kita jalani akan terasa nyaman, lancar, mudah, dan tanpa/minim trauma.

Point 5 dan 6 saya lakukan ketika memasuki trisemester ketiga.

Pengalaman melahirkan anak kedua ini sungguh sangat menyenangkan dan saya merasa jauh lebih sehat. Tidak ada kendala saat melakukan aktivitas dengan baik karena tidak merasakan nyeri.

Semoga bermanfaat dan happy selalu ya Mom's :-)
  
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Human Brain Development, apa lagi ini?

Human Brain Development ini apa sih? Seperti pada obrolan Literasi Dini   pada post sebelum ini, Human Brain Development ini juga seru banget dibahas. Biar lebih mudah, yuk kita lihat grafik di bawah ini dulu πŸ‘‡     sumber : otakanak.id     Dari grafik di atas jadi ada gambaran ya, gimana sih perkembangan otak manusia itu, sejak kapan dimulainya dan yang tak kalah penting, apa yang harus kita lakukan?   Amazing, ternyata perkembangan otak manusia itu sudah dimulai sejak dalam kandungan. Mashaa Allah πŸ’•    Yuk, kita bahas satu per satu πŸ˜‰   πŸ‘€πŸ‘‚ Seeing/ Hearing πŸ‘‰ Dari kandungan, Puncak di usia 4-5 bulan Tahap ini berkaitan dan berbarengan dengan emosi anak. Hal yang dapat kita lakukan adalah memberikan intonasi ketika berbicara.   Pernahkah kita mendengar kalau cara paling cepat bayi belajar bahasa adalah " mother is... "?   Yup, itulah mengapa kita perempuan memiliki suara yang ada intonasinya, secempreng apapun suara kita πŸ˜‚. Ini juga alasan mengapa seorang ibu dianugerahk

Literasi Dini, sekedar keterampilan baca, tulis, hitung-kah?

Saya berpikir, literasi dini itu adalah keterampilan baca, tulis, hitung saja. Mengapa baca-tulis-hitung yang kemudian disingkat CALISTUNG? Tentu saja karena biasa calistung digunakan sebagai sarana komunikasi antara pengajar dan yang diajar.     Bunda lagi belajarπŸ˜„ Hikmah selama di rumah aja karena pandemik ini, saya jadi bisa mengikuti kelas-kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan passion saya secara online . Kelas yang paling banyak saya ikuti tentu saja yang berkaitan dengan anak, mengingat anak-anak saya masih usia balita dan anak awal sekolah πŸ˜„. Ada kelas yang saya mengikuti sampai beberapa kali saking menariknya, yaitu tentang literasi dini dan otak anak . Mashaa Allah, ingin rasanya saya menulis semua materi penuh daging itu di sini, semoga niat baik itu dapat mengalahkan kemageran yang enggak kalah kuat mengikatπŸ™ˆ Ternyata literasi dini sebagai kemampuan calistung yang selama ini saya pikir hanya sebatas itu SALAH! Bukan salah total sih sebenarnya. Hanya saja, pengertian l

NO STRESS MOM, Tips Buat Kegiatan Seru Berfaedah Di Rumah Bersama Anak

 Tak terasa sudah lebih setengah tahun di rumah aja bersama keluarga. Kita jadi lebih mengenal masing-masing karakter anggota keluarga, terutama anak-anak, harusnya ikatan bonding bersama anak lebih kuat ya. Gimana enggak, tujuh bulan sudah kita bersama mereka 24 jam ! Kita jadi tahu kan gimana anak saat belajar, yang biasanya bisa "marah" sama guru karena dapat laporan tentang anaknya, sekarang jadi tahu gimana selama ini para guru menghadapi anak-anak selama proses belajar mengajar di sekolah. Kalau sebagai orang tua saja kesulitan, bagaimana lagi orang lain? 😭 Angkat topi untuk semua guruπŸ’–. Sejujurnya ada sesak setiap kali saya membaca berita tentang bagaimana orang tua "memarahi" guru sekolah anaknya karena kesulitan mendampingi belajar daring di rumah. Paling sakit saat ada kasus orang tua yang membunuh anaknya karena tidak sabar mendampingi belajar di rumah. Padahal anaknya baru kelas 1 SD ! Yaa Allah, menangis kami, itu seusia putri kami😒. Berikut saya