Langsung ke konten utama

Mengenai Saya

Foto saya
Sarah
Harapannya blog ini nantinya bisa membantu teman-teman ketika menemani kegiatan ananda, terutama di masa preschool atau penerapan homeschooling. Walaupun mungkin enggak perfect aka banyak kurang sana-sini, setidaknya menyisipkan ide kegiatan sederhana bersama ananda di rumah. Selain itu, rencananya saya juga akan berbagi tentang seputar pengalaman saya sejak masa hamil, literasi dini dan read aloud, juga membersamai tumbuh-kembang putri pertama kami. Sesekali akan disertakan pula resep masakan dan baking. Selain untuk arsip pribadi saya saat lupa, harapnya dapat membantu pembaca blog ini di kala bingung menentukan menu atau saat ingin cemilan. Semoga bisa menulis yang bermanfaat dan yang paling penting adalah... saya bisa konsisten. :-D Bismillah, doakan saya ya... \^_^/

Nasi Kebuli dan Iga Panggang Madu

Ini bukan pertama kali kami membuat nasi kebuli, sebelumnya pernah, tapi lupa pakai resep yang mana :-D Resep nasi kebuli di internet banyaaaaaak banget. Biasanya sebelum memutuskan untuk recook suatu resep, hal pertama yang saya lihat adalah fotonya. Kedua, bahan-bahan yang digunakan. Kalau terasa ganjil, biasa saya langsung next melihat resep yang lain. Selain itu, saya mengutamakan melihat resep dari blog atau website yang sudah terkenal keberhasilan resepnya, seperti resep milk NCC, JTT, atau yang memilki review bagus. sudah banyak yang recook dan berhasil.

Untuk resep nasi kebuli kali ini, saya mengambil kesimpulan sendiri dari beberapa referensi yang saya baca. Alhamdulillah, rasanya enak, haruuuuum satu rumah, dan enggak terlalu menyengat bau rempahnya. Untuk iga panggang madunya, saya menggunakan bahan yang biasa saya pakai untuk membuat panggangan iga. Bumbunya meresap sampai ke tulang. :-P

Berikut saya sertakan resepnya, ya...


Nasi Kebuli
Bahan:
1 kg Beras Basmati
5 buah cengkeh
3 buah kapulaga
2 buah bunga lawang/pekak
½ bagian buah pala
3 cm kayu manis
130 ml santan kental6 lembar daun jeruk, buang tulang tengahnya
4 lembar daun salam4 buah serai, geprek
Kuah kaldu daging
Minyak Zaitun
10 gram butter (karena ga punya minyak samin )
½ buah bawang bombay

Bumbu halus :
8 siung bawang merah
3 siung bawang putih
4 sdt jintan
½ sdt ketumbar halus
1 ruas kunyit bakar
1 ruas jahe
Garam
Merica

Tambahan :
Irisan kurma atau kismis
Bawang goreng

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus dengan minyak dan butter, beri daun salam, daun jeruk, serai, dan rempah-rempah. Masak hingga harum.
2. Tuang air kaldu daging dan masukkan santan. Taburi bawang bombay iris. Masukkan nasi. Masak hingga bumbu meresap habis ke nasi.
3. Pindahkan ke kukusan. Kukus hingga tanak.
4. Taburi kismis dan bawang goreng, sajikan.

Iga  panggang  Madu
 Bahan  rebusan:
¾  kg  Iga  Sapi
 1  ruas  jahe
 ½  buah  bawang  bombay

Bahan  marinade:
2  buah  bawang  bombay
2  sdm  saus  tiram
2  sdm  madu
3  sdm  kecap  manis
1  sdt  kecap  asin
1  sdm  saus  tomat
2  sdm  saus  sambal
1½  sdm  minyak  zaitun
 ½  sdm  minyak  wijen
1  sdm  bawang  putih  bubuk
 Merica  secukupnya
 Parsley  tabur  (bisa  skip, ini saya pakai karena saya suka :-D)

Cara  Membuat:
1.  Rebus  iga  sampai  empuk. Air  kaldunya  untuk  masak nasi.
2.  Campur  rata  bumbu marinade. Masukkan iga, aduk rata dengan bumbu marinade dan diamkan.selama  minimal  30 menit. Panggang  sekitar  30  menit dengan suhu  150  dercel.


Semoga bermanfaat :-)

Lihat resep lainnya di highlight "Recipe" pada @aische_ahmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NO STRESS MOM, Tips Buat Kegiatan Seru Berfaedah Di Rumah Bersama Anak

 Tak terasa sudah lebih setengah tahun di rumah aja bersama keluarga. Kita jadi lebih mengenal masing-masing karakter anggota keluarga, terutama anak-anak, harusnya ikatan bonding bersama anak lebih kuat ya. Gimana enggak, tujuh bulan sudah kita bersama mereka 24 jam ! Kita jadi tahu kan gimana anak saat belajar, yang biasanya bisa "marah" sama guru karena dapat laporan tentang anaknya, sekarang jadi tahu gimana selama ini para guru menghadapi anak-anak selama proses belajar mengajar di sekolah. Kalau sebagai orang tua saja kesulitan, bagaimana lagi orang lain? 😭 Angkat topi untuk semua guruπŸ’–. Sejujurnya ada sesak setiap kali saya membaca berita tentang bagaimana orang tua "memarahi" guru sekolah anaknya karena kesulitan mendampingi belajar daring di rumah. Paling sakit saat ada kasus orang tua yang membunuh anaknya karena tidak sabar mendampingi belajar di rumah. Padahal anaknya baru kelas 1 SD ! Yaa Allah, menangis kami, itu seusia putri kami😒. Berikut saya

Human Brain Development, apa lagi ini?

Human Brain Development ini apa sih? Seperti pada obrolan Literasi Dini   pada post sebelum ini, Human Brain Development ini juga seru banget dibahas. Biar lebih mudah, yuk kita lihat grafik di bawah ini dulu πŸ‘‡     sumber : otakanak.id     Dari grafik di atas jadi ada gambaran ya, gimana sih perkembangan otak manusia itu, sejak kapan dimulainya dan yang tak kalah penting, apa yang harus kita lakukan?   Amazing, ternyata perkembangan otak manusia itu sudah dimulai sejak dalam kandungan. Mashaa Allah πŸ’•    Yuk, kita bahas satu per satu πŸ˜‰   πŸ‘€πŸ‘‚ Seeing/ Hearing πŸ‘‰ Dari kandungan, Puncak di usia 4-5 bulan Tahap ini berkaitan dan berbarengan dengan emosi anak. Hal yang dapat kita lakukan adalah memberikan intonasi ketika berbicara.   Pernahkah kita mendengar kalau cara paling cepat bayi belajar bahasa adalah " mother is... "?   Yup, itulah mengapa kita perempuan memiliki suara yang ada intonasinya, secempreng apapun suara kita πŸ˜‚. Ini juga alasan mengapa seorang ibu dianugerahk

Literasi Dini, sekedar keterampilan baca, tulis, hitung-kah?

Saya berpikir, literasi dini itu adalah keterampilan baca, tulis, hitung saja. Mengapa baca-tulis-hitung yang kemudian disingkat CALISTUNG? Tentu saja karena biasa calistung digunakan sebagai sarana komunikasi antara pengajar dan yang diajar.     Bunda lagi belajarπŸ˜„ Hikmah selama di rumah aja karena pandemik ini, saya jadi bisa mengikuti kelas-kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan passion saya secara online . Kelas yang paling banyak saya ikuti tentu saja yang berkaitan dengan anak, mengingat anak-anak saya masih usia balita dan anak awal sekolah πŸ˜„. Ada kelas yang saya mengikuti sampai beberapa kali saking menariknya, yaitu tentang literasi dini dan otak anak . Mashaa Allah, ingin rasanya saya menulis semua materi penuh daging itu di sini, semoga niat baik itu dapat mengalahkan kemageran yang enggak kalah kuat mengikatπŸ™ˆ Ternyata literasi dini sebagai kemampuan calistung yang selama ini saya pikir hanya sebatas itu SALAH! Bukan salah total sih sebenarnya. Hanya saja, pengertian l