Kamis, 05 November 2020

Human Brain Development, apa lagi ini?

Human Brain Development ini apa sih?

Seperti pada obrolan Literasi Dini   pada post sebelum ini, Human Brain Development ini juga seru banget dibahas. Biar lebih mudah, yuk kita lihat grafik di bawah ini dulu πŸ‘‡

 

sumber : otakanak.id
 
 Dari grafik di atas jadi ada gambaran ya, gimana sih perkembangan otak manusia itu, sejak kapan dimulainya dan yang tak kalah penting, apa yang harus kita lakukan?
 
Amazing, ternyata perkembangan otak manusia itu sudah dimulai sejak dalam kandungan. Mashaa Allah πŸ’• 
 
Yuk, kita bahas satu per satu πŸ˜‰
 
πŸ‘€πŸ‘‚ Seeing/ Hearing πŸ‘‰ Dari kandungan, Puncak di usia 4-5 bulan
Tahap ini berkaitan dan berbarengan dengan emosi anak. Hal yang dapat kita lakukan adalah memberikan intonasi ketika berbicara.
 
Pernahkah kita mendengar kalau cara paling cepat bayi belajar bahasa adalah "mother is..."?
 
Yup, itulah mengapa kita perempuan memiliki suara yang ada intonasinya, secempreng apapun suara kita πŸ˜‚. Ini juga alasan mengapa seorang ibu dianugerahkan hormon oksitosin yang lebih tinggi dari para ayah, karena ia diberi peran lebih untuk mengasuh. Hal ini berbarengan pula dengan mendidik emosi.
 
Bagaimana cara kita berbicara pada anak?
Berbahasalah pada anak secara interaktif, kita perlihatkan mimik wajah, intonasi suara yang jelas (ada naik-turunnya), tidak terlalu cepat dan berulang. 
 
Cara berbicara yang holistic, mindfull, menatap anak ketika berbicara, cara-cara seperti  merupakan dasar kita berkomunikasi dengan anak hingga kelak nanti.
 
Pada satu sesi kelas yang saya ikuti, Dr. Irnova dari otakanak.id menyampaikan "apakah boleh bilang JANGAN pada anak?"

Jumat, 30 Oktober 2020

Literasi Dini, sekedar keterampilan baca, tulis, hitung-kah?


Saya berpikir, literasi dini itu adalah keterampilan baca, tulis, hitung saja. Mengapa baca-tulis-hitung yang kemudian disingkat CALISTUNG? Tentu saja karena biasa calistung digunakan sebagai sarana komunikasi antara pengajar dan yang diajar.
 
 
Bunda lagi belajarπŸ˜„

Hikmah selama di rumah aja karena pandemik ini, saya jadi bisa mengikuti kelas-kelas yang sesuai dengan kebutuhan dan passion saya secara online. Kelas yang paling banyak saya ikuti tentu saja yang berkaitan dengan anak, mengingat anak-anak saya masih usia balita dan anak awal sekolah πŸ˜„. Ada kelas yang saya mengikuti sampai beberapa kali saking menariknya, yaitu tentang literasi dini dan otak anak. Mashaa Allah, ingin rasanya saya menulis semua materi penuh daging itu di sini, semoga niat baik itu dapat mengalahkan kemageran yang enggak kalah kuat mengikatπŸ™ˆ

Ternyata literasi dini sebagai kemampuan calistung yang selama ini saya pikir hanya sebatas itu SALAH! Bukan salah total sih sebenarnya. Hanya saja, pengertian literasi dini sebagai kemampuan calistung itu sudah merupakan pemahaman literasi dini KONVENSIONAL atau PEMIKIRAN LAMA gaeees! 

jadi, jadi, jadi, ada pembaharuan aka PEMIKIRAN BARU/MODERN?

Rabu, 23 September 2020

NO STRESS MOM, Tips Buat Kegiatan Seru Berfaedah Di Rumah Bersama Anak

 Tak terasa sudah lebih setengah tahun di rumah aja bersama keluarga. Kita jadi lebih mengenal masing-masing karakter anggota keluarga, terutama anak-anak, harusnya ikatan bonding bersama anak lebih kuat ya. Gimana enggak, tujuh bulan sudah kita bersama mereka 24 jam!

Kita jadi tahu kan gimana anak saat belajar, yang biasanya bisa "marah" sama guru karena dapat laporan tentang anaknya, sekarang jadi tahu gimana selama ini para guru menghadapi anak-anak selama proses belajar mengajar di sekolah. Kalau sebagai orang tua saja kesulitan, bagaimana lagi orang lain? 😭 Angkat topi untuk semua guruπŸ’–.

Sejujurnya ada sesak setiap kali saya membaca berita tentang bagaimana orang tua "memarahi" guru sekolah anaknya karena kesulitan mendampingi belajar daring di rumah. Paling sakit saat ada kasus orang tua yang membunuh anaknya karena tidak sabar mendampingi belajar di rumah. Padahal anaknya baru kelas 1 SD! Yaa Allah, menangis kami, itu seusia putri kami😒.

Berikut saya berbagi pengalaman selama tujuh bulan di rumah saja membersamai anak-anak. FYI, saya mendampingi dua anak kami, usia sekolah dasar kelas 1 dan usia 3 tahun. Keduanya belajar dalam waktu bersamaan. Apa saja yang saya lakukan agar tak ada letusan suara di antara kami? Agar anak tak mengeluh bosan di rumah? Beginilah caranya... beginilah caranya... begiiniilaah caraanyaaa... (sambil nyanyi).

1. Memberi edukasi pada anak tentang virus korona.

Minggu, 31 Mei 2020

Bola-bola Rambutan

Aisyah itu pada dasarnya kurang menyukai tahu, namun saat dibuat menjadi seperti ini, aisyah bisa menghabiskan hingga 5-6 buah. Padahal isinya dominan tahu. :-D

Begitulah anak-anak, ya... kadang kita harus bisa menyulap sesuatu menjadi bentuk yang berbeda. Selain lebih menarik dari segi visual anak, juga rasanya lebih familiar dengan rasa yang disukai anak.

Membuatnya juga cepat serta mengenyangkan, saya beberapa kali memasukkan ini ke dalam menu bekal sekolah aisyah dan bekal sarapan suami. Berikut saya sertakan resepnya, ya....



Bahan :
4 buah Tahu, haluskan.
1/2 sdt Garam
1/4 sdt Merica
50 gram Keju, diparut (atau sesuai selera)
1 buah wortel muda ukuran sedang, diparut halus
50 gram Daging cincang tumis (boleh skip, boleh ganti sosis/nugget/ayam/udang sesuai selera)
1 butir Telur, kocok lepas (Bisa diganti sedikit air kaldu atau susu cair)
Minyak untuk menggoreng

Bahan pelapis :
Mie atau corn flakes yang dihancurkan.

Cara Membuat :
- Campur semua bahan jadi satu. Aduk rata.
- Bentuk bulat seperti bola, gulingkan pada bahan pelapis.
- Goreng hingga matang dengan api sedang.
- Sajikan

Semoga bermanfaat :-)
Bisa melihat resep lainnya di highlight "Recipe" pada @aische_ahmad

Sabtu, 30 Mei 2020

Nasi Kebuli dan Iga Panggang Madu

Ini bukan pertama kali kami membuat nasi kebuli, sebelumnya pernah, tapi lupa pakai resep yang mana :-D Resep nasi kebuli di internet banyaaaaaak banget. Biasanya sebelum memutuskan untuk recook suatu resep, hal pertama yang saya lihat adalah fotonya. Kedua, bahan-bahan yang digunakan. Kalau terasa ganjil, biasa saya langsung next melihat resep yang lain. Selain itu, saya mengutamakan melihat resep dari blog atau website yang sudah terkenal keberhasilan resepnya, seperti resep milk NCC, JTT, atau yang memilki review bagus. sudah banyak yang recook dan berhasil.

Untuk resep nasi kebuli kali ini, saya mengambil kesimpulan sendiri dari beberapa referensi yang saya baca. Alhamdulillah, rasanya enak, haruuuuum satu rumah, dan enggak terlalu menyengat bau rempahnya. Untuk iga panggang madunya, saya menggunakan bahan yang biasa saya pakai untuk membuat panggangan iga. Bumbunya meresap sampai ke tulang. :-P

Berikut saya sertakan resepnya, ya...


Nasi Kebuli
Bahan:
1 kg Beras Basmati
5 buah cengkeh
3 buah kapulaga
2 buah bunga lawang/pekak
½ bagian buah pala
3 cm kayu manis
130 ml santan kental6 lembar daun jeruk, buang tulang tengahnya
4 lembar daun salam4 buah serai, geprek
Kuah kaldu daging
Minyak Zaitun
10 gram butter (karena ga punya minyak samin )
½ buah bawang bombay

Bumbu halus :
8 siung bawang merah
3 siung bawang putih
4 sdt jintan
½ sdt ketumbar halus
1 ruas kunyit bakar
1 ruas jahe
Garam
Merica

Tambahan :
Irisan kurma atau kismis
Bawang goreng

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus dengan minyak dan butter, beri daun salam, daun jeruk, serai, dan rempah-rempah. Masak hingga harum.
2. Tuang air kaldu daging dan masukkan santan. Taburi bawang bombay iris. Masukkan nasi. Masak hingga bumbu meresap habis ke nasi.
3. Pindahkan ke kukusan. Kukus hingga tanak.
4. Taburi kismis dan bawang goreng, sajikan.

Iga  panggang  Madu
 Bahan  rebusan:
¾  kg  Iga  Sapi
 1  ruas  jahe
 ½  buah  bawang  bombay

Bahan  marinade:
2  buah  bawang  bombay
2  sdm  saus  tiram
2  sdm  madu
3  sdm  kecap  manis
1  sdt  kecap  asin
1  sdm  saus  tomat
2  sdm  saus  sambal
1½  sdm  minyak  zaitun
 ½  sdm  minyak  wijen
1  sdm  bawang  putih  bubuk
 Merica  secukupnya
 Parsley  tabur  (bisa  skip, ini saya pakai karena saya suka :-D)

Cara  Membuat:
1.  Rebus  iga  sampai  empuk. Air  kaldunya  untuk  masak nasi.
2.  Campur  rata  bumbu marinade. Masukkan iga, aduk rata dengan bumbu marinade dan diamkan.selama  minimal  30 menit. Panggang  sekitar  30  menit dengan suhu  150  dercel.


Semoga bermanfaat :-)

Lihat resep lainnya di highlight "Recipe" pada @aische_ahmad

Rabu, 27 Mei 2020

Ogura Cake Pandan

Anak-anak kami di rumah sangat menyukai cake pandan ini. Mungkin karena teksturnya yang lembut seperti kapas dan tidak seret, ditambah harumnya pandan. Mashaa Allah... Dalam sebulan mungkin saya bisa buat dua atau tiga kali cake ini sesuai request anak-anak :-D

Untuk membuat endapan pandannya, bisa menggunakan 20 lembar daun pandan yang diblender. kemudian diendapkan. Nah, air endapan yang bagian bawahnya diambil, masukkan dalam botol lain dan dipakai sebagai pewarna alami untuk cake atau kue basah lainnya.

Berikut saya sertakan resep Ogura Cake Pandan yang biasa saya buat.


Recipe by Tintin Rayner
Made by Bunda Aiwa

Bahan A:
5 kuning telur
1 butir telur utuh
40 gram minyak
80 gram santan kental
1 sdm air pandan
85 gram terigu protein rendah

Bahan B:
5 butir putih telur
4 sdt garam
85 gram gula pasir
1 sdt air perasan jeruk nipis

Cara Membuat :
1. Aduk semua bahan A menggunakan whisk hingga rata
2. Kocok bahan B hingga tahap softpeak (masukkan gulanya secara bertahap selama pengocokan).
3. Masukkan putih telur ke adonan pasta secara bertahap. Aduk balik hingga rata.
4. Masukkan adonan ke dalam loyang yang telah dialasi kertas roti
5. Panggang selama 55 menit dengan suhu 160 derajat celcius (sesuaikan dengan oven masing-asing) dengan teknik au bain marie (loyang berisi adonan diletakkan di dalam loyang lebih besar yang berisi air kira-kira 1,5cm menutupi bagian bawah luar loyang utama)

Notes : saya menggunakan ukuran loyang 30x20cm

Semoga bermanfaat :-)

Lihat resep lainnya di highlight "Recipe" pada @aische_ahmad

Selasa, 26 Mei 2020

Melahirkan tanpa robekan? bisaaaa

    Selama hamil anak pertama, saya dan suami lebih banyak fokus ke persiapan menyusui dan mengASIhi, tumbuh kembang anak, dan seputar setelah baby lahir. saya pribadi, sungguh luput menggali ilmu tentang proses persalinan. Padahal saya rutin menjalani yoga dan latihan pernafasan :-D.

    Memang tujuan utama saya menjalani yoga dan latihan pernafasan agar saya yang memiliki asma ini bisa melahirkan secara normal. Itu saja. Saya benar-benar buta tentang "kapan saya harus mengenjan?".

    Alhamdulillah, selama pembukaan awal hingga bayi lahir saya cukup tenang. Tidak pakai teriak apalagi nangis-nangis. Bidan dan perawat pendamping sampai heran dan mengatakan "Ibunya tenang banget. Padahal kalau mau nangis, gapapa, Bu..." :-D mungkin ini efek latihan pernafasan dan sugesti positif yang saya lakukan selama kehamilan. Sangat nyaman menjalani proses persalinan. Hanya sajaaaa, karena saya tidak tahu kapan saya harus mengenjan dan bidannya bilang "mengenjan aja gapapa", saya mengenjan di saat belum merasakan ingin mengenjan. Ternyata rasa itu refleks aja. Alhasil saat melahirkan anak pertama saya bukan lagi dijahit, tapi diobras! Iyaaa, saking banyaknya jahitan saya sampai tiga bulan masih merasakan nyeri T_T.

    Kehamilan kedua, saya bertekad tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Saya punya Aisyah-anak pertama. Saya enggak mau berlama-lama sakit dan sulit beraktivitas. Apalagi kondisinya Aisyah masih menjalani program homeschooling dengan saya. Ditambah lagi, dua orang tetangga saya berhasil melahiran tanpa robekan! Tambah yakin dan semangat.

    Saya pun membaca lebih banyak tentang seputar kehamilan dan persalinan. Selain buku, kita bisa mendapat banyak informasi dari media sosial. Daaaan yang saya lakukan untuk bisa melahirkan tanpa robekan adalaaaah;
1. Lebih dekat pada Tuhan.
    Tingkatkan ibadah, lebih banyak memohon pada Allah agar senantiasa diberi kesehatan untuk diri kita dan bayi dalam kandungan, untuk keluarga sebagai support system kita. Memohon pertolongan agar diberi kemudahan dan kemampuan dalam menjalani kehamilan dan persalinan yang nyaman dan lancar.

2. Follow instagram @bidankita
    Baca setiap informasi yang dibagikan pada akunnya. Kalau bisa ikuti kelasnya. Ini bukan endorse ya :-D saya share karena saya merasakan manfaatnya. Banyak banget informasi gratis nan sangat bermanfaat dari beliau.

3. Lakukan Afirmasi positif SETIAP HARI!
   Afirmasi adalah penegasan terhadap diri sendiri terhadap hal-hal yang bersifat positif.
   Saya ingat banget satu kutipan dari perkataan Rasulullah SAW yang berisi "You're what you think". Iya, kita itu seperti apa yang kita pikirkan. Kalau kita berpikir baik, positif, maka perilaku kita akan mencerminkan apa yang kita pikirkan. begitupula sebaliknya.
    Selama hamil, saya selalu mencoba berpikir positif. Ini membawa pengaruh baik buat saya yang cenderung sewing mood. Selain pikiran tenang, badan juga terasa rileks, nyaman, perasaan happy terus. Hal semacam ini penting lho buat ibu hamil.

Menjelang dan saat trisemester ketiga kehamilan saya semakin sering mengulang afirmasi positif, contohnya seperti :
  • Saya sehat, bayi saya sehat. Tubuh saya kuat. Alhamdulillah... melahirkan adalah proses alami, nyaman. Saya bahagia menjalaninya.
  • Tubuh saya tahu cara melahirkan dan bayi saya akan lahir pada waktu yang tepat.
Lakukan dan ulangi sesering mungkin hingga masuk ke alam bawah sadar kita.

Saya rasakan afirmasi positif yang saya lakukan sejak masa kehamilan ini memiliki efek jangka panjang. Paling terasa dan terlihat, anak-anak mudah diajak komunikasi dan kompromi. Alhamdulillah, keduanya tidak pernah tantrum. Mudah diberi pengertian. Alhamdulillah wa syukurillah...

4. Jalin komunikasi dengan calon bayi dalam kandungan.
    Saya, suami, dan Aisyah sering melakukan komunikasi selama adik masih dalam kandungan. Menyapa calon bayi ketika suami hendak pergi kerja atau pulang kerja. Ketika saya dan Aisyah hendak istirahat siang. Ini efektif membentuk bonding antar saudara dan orang tua.

    Saat hamil anak pertama saya juga melakukannya. Jelang kelahiran saya sering berbicara pada calon bayi "Adik, kita adalah team yang hebat. Kita harus saling membantu dan bekerja sama, ya... Bunda bahagia akan bertemu adik" sambil mengelus perut saya.

Percayalah, meski dia di dalam perut kita, tapi dia mendengar dan selalu merespon. Anak akan merasakan kasih sayang kita.

5. Duduk di Gym Ball.
    Ini super duper penting ya menurut saya. Awalnya hati-hati jangan sampai tergelincir ya. Seringnya saya pakai mulai usia kehamilan masuk trisemester ketiga. saya pakai untuk duduk saat tilawah, nonton televisi, baca buku. Saya pakai sebagai pengganti kursi. Saya pakai gymball juga untuk bersandar saat duduk di lantai. Berkat memakai gymball ini saya bebas sakit punggung dan pinggang selama hamil dan pasca melahirkan. Nyamaaaaan sekali.
    Gymball ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbesar diameter panggul hingga bisa mengoptimalkan proses persalinan. Inilah yang membantu kita dapat melahirkan tanpa robekan, Inshaa Allah.
    Seorang teman yang menggunakan Gymball mulai trisemester tiga bahkan bisa melahirkan secara normal dengan BB bayi lahir 4500gram. Mashaa Allah.

6. Latihan pernafasan.
    Bagi saya, latihan pernafasan penting banget selama kehamilan, terutama yang punya riwayat asma seperti saya. Latihan pernafasan ini selain membuat perasaan tenang juga dapat memaksimalkan pasokan oksigen untuk kita dan bayi kita.

Perasaan yang tenang membuat otot-otot kita relaks sehingga bisa mengurangi nyeri saat persalinan. Kalau udah gini, persalinan yang kita jalani akan terasa nyaman, lancar, mudah, dan tanpa/minim trauma.

Point 5 dan 6 saya lakukan ketika memasuki trisemester ketiga.

Pengalaman melahirkan anak kedua ini sungguh sangat menyenangkan dan saya merasa jauh lebih sehat. Tidak ada kendala saat melakukan aktivitas dengan baik karena tidak merasakan nyeri.

Semoga bermanfaat dan happy selalu ya Mom's :-)
  
   

Human Brain Development, apa lagi ini?

Human Brain Development ini apa sih? Seperti pada obrolan Literasi Dini   pada post sebelum ini, Human Brain Development ini juga seru bange...